........S'LaMat DaTanG, Segala Komentar yang sifatnya membangun sangat diharapkan untuk membuat blog ini menjadi lebih baik........
Tampilkan postingan dengan label Cerita kU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita kU. Tampilkan semua postingan

Kamis, Februari 25, 2010

Kembali Lagi

1 comments

Sudah lama s'kali deh,,,rasanya tidak pernah nge-BLOG lagi. Hampir 6 bulan g'k pernah posting lagi. Walaupun aq memang merupakan NEWBE dalam hal blog-nge-blog tapi setidaknya aq suka dengan hal yang satu ini. Dengan nge-Blog kita bisa menambah pengetahuan dan sharing apa saja dengan teman-teman yang mempunyai minat yang sama tentunya. Pernah sih,,jalan-jalan ke blog para sahabat,tp memang pada waktu itu (sekitar bulan Oktober 2009) Blogger pada malas Update blognya.

Setelah di Cek ternyata hampir semua terpengaruh sama si Texas Holdem Poker (Zynga). Dan memang game online yang satu ini sangat cukup mempengaruhi pengguna internet utamanya di Indonesia salah satunya yaaa....Aku sendiri...Heheheheheheh.. . Sampai dengan aq mulai lagi dengan beralih ke Blogku chip tinggal $100.. Hahahahahahaahaa.

Dan........Mulai hari ini tepatnya tanggal 25 Februari 2010, Aq mulai lagi dengan aktivitas yang sudah lama bangat ditinggalin. Iya..

Tapi....MOHON MAAP ya,,,karena blog aq dgn tampilan yang baru ini masih banyak kurangnya, karena masih dalam penyempurnaan. So,,,di harapkan pada teman-temanku smua yang pada pintar-pintar buat memberikan masukan apa saja biar menjadi lebih baik lagi..

Akhirnya....Terima kasih kepada teman2 smua yang sudah menyempatkan waktu telah blogwalking ke blog ini..

....HIDUP BLOGGER INDONESIA......

...Lanjutan...

Jumat, Juni 12, 2009

Hakikat Cinta

7 comments

“Pernahkah anda melihat orang yang berbuat jahat terhadap orang lain terhadap orang yang amat dicintainya?” seseorang bertanya pada Abu Dzar al-Ghiffari, sahabat Rasulullah SAW. “Pernah, bahkan sering,” jawab Abu Dzar.

“Dirimu sendiri itu adalah orang yang paling kamu cintai. Dan kamu berbuat jahat terhadap dirimu bila durhaka kepada Allah,” jelasnya. Dengan mengacu pada pendapat Abu Dzar tadi, sebenarnya banyak di antara kita yang tega berbuat jahat terhadap ‘orang’yang amat dicintainya.

Tapi anehnya, kita yang gemar berbuat dosa lupa bahwa apa yang kita lakukan sesungguhnya merupakan perwujudan kebencian terhadap diri sendiri.
Cinta adalah fitrah yang diberikan Allah untuk semua makhluk guna mempertahankan eksistensinya. Manusia berkembang biak karena cinta.

Kelestarian lingkungan menjadi kepedulian manusia karena cinta. Dan yang lebih penting, cinta ini yang perlu kita sadari merupakan refleksi keberadaan alam malakuti yang abadi. Itulah sebabnya, bila dua sejoli sedang dimabuk cinta, maka apa yang terbayangkan dan diangankannya, cinta mereka akan abadi. Tapi sayang, keabadian cinta yang diangankannya hanya terbatas pada hal-hal yang bersifat duniawi, yang justru menghadat cinta malakuti.

Salah satu unsur penting yang menhambat perjalanan cinta malakuti adalah cinta dunia. Cinta dunia, dilukiskan oleh Sayyidina Ali, sebagai biang dari segala bencana.
Bila hati manusia sudah terperosok dalam cinta dunia, maka logika-logika aneh pun muncul dari pikirannya.

Salah satu logika anehnya, kata Abu Dzar, ia amat berharap rahmat dan ampunan dari Allah, padahal dalam hidup sehari-harinya, ia amat jauh denganNya. “Rahmat dan ampunan Allah,”tegas Abu Dzar, “tak dihambur-hamburkan begitu saja sehingga setiap orang akan mendapatkannya.”Kata Abu Dzar, setan punya senjata pamungkas, berupa godaan pada manusia untuk mengharap rahmat Allah, sementara ia terus berusaha menjauhkannya dari ibadah dan amal saleh.

Korban senjata pamungkas ini paling suka memaafkan dirinya sendiri. “Rahmat Allah Mahaluas. Dosaku pasti dimaafkanNya, “kata korban. Padahal ia tetap saja tak mau bertobat.

Orang yang berbuat dosa, tulis Imam Ghazali dalam Ihya Ulum al-Din, bukan hanya mencelakakan dirinya, tapi juga menghina Allah, karena ia menyelewengkan amanah yang telah diberikan kepadanya. Lidah dan tangan yang Allah berikan kepada manusia untuk dipakai berzikir serta beramal shaleh, misalnya, ia diselewengkan untuk mengumpat dan mengambil hak orang lain.

Meski demikian, bila kita segera bertobat dengan sungguh-sungguh, Allah masih membuka pintu maafNya. Tapi perlu diingat pula, menunda-nunda tobat termasuk sikap yang menghina Allah juga.


...Lanjutan...

Senin, Juni 01, 2009

Sewaktu Idup

2 comments









...Lanjutan...

Minggu, Mei 31, 2009

Arwandi Yang Malang

3 comments






Sesungguhnya setiap yang bernyawa itu pasti akan merasakan atau mengalami kematian. Itulah mungkin sepenggal kalimat yang telah dikatakan di dalam Al Qur'an.

Pada Hari ini, Minggu 31 Mei 2009 Arwandi, demkian namanya saya berinama. Telah menghadap Sang Ilahi setelah beberapa menit yang lalu tidak bergerak lagi.

Arwandi di beli ditempat penjualan Ikan Hias di Makassar pada bulan Desember 2007 sekitar 2 tahun lebih yang lalu.

............S'LAMAT TINGGAL ARWANA KU YANG MALANG.....
...Lanjutan...

Selasa, Mei 26, 2009

Hakekat Kaya dan Miskin

3 comments

Di kota Madinah yang damai, beberapa orang miskin dari kaum Muhajirin menemui Rasulullah. Dihadapan Rasulullah SAW yang mulia tersebut, orang-orang itu mengadukan sedikit kegundahan mereka. Tidak dalam nada protes, hanya semacam memohon penjelasan tentunya.

“Wahai Rasulullah, alangkah beruntungnya orang-orang kaya. Mereka bisa berjuang seperti kami, mereka bisa sholat seperti kami. Tapi mereka bisa berinfaq dengan kekayaan mereka. Sementara kami tidak,” kata mereka kepada Rasulullah SAW.

Hal ini dijawab oleh Rasulullah SAW dengan penuh rasa kasih sayang, “Maukah kalian aku beritahu tentang amalan yang bisa menjadikan diri kalian seperti mereka? Bacalah tasbih (subhanallah) tiga puluh tiga kali, tahmid (alhamdulillah) tiga puluh tiga kali, dan takbir (Allahu Akbar) tiga puluh tiga kali seusai sholat.”

Mereka pun akhirnya lega dan pulang ke rumah masing-masing membawa ketenangan dan kedamaian. Namun beberapa waktu kemudian, orang-orang kaya itu mendengar tentang amalan yang diajarkan Rasulullah SAW kepada orang-orang miskin tersebut. Dan orang-orang kaya itu pun membaca wirid seperti yang dilakukan orang-orang miskin itu. Mereka mengucapkan tasbih, tahmid, dan takbir setiap selesai mengerjakan sholat lima waktu.

Mengetahui hal itu, orang-orang miskin itu kembali menghadap Rasulullah SAW, serta menjelaskan apa yang terjadi. Bahwa orang-orang kaya juga melakukan apa yang mereka lakukan.

Akhirnya Rasulullah SAW pun memberi jawaban, “itu adalah karunia yang diberikan Allah SWT kepada siapa yang Dia kehendaki.”
Dari cerita diatas tersirat makna bahwa kekayaan dan kemiskinan itu tersimpan karunia. Tentu saja karunia bagi yang ikhlas menerimanya. Karena kekayaan dan kemiskinan pada dasarnya merupakan konsep ujian dari Allah SWT.

Kelebihan bagi si Kaya adalah suatu ujian agar tidak menjadikannya takabur dan lupa pada si Miskin dan tentu juga pada Yang Maha Kuasa. Sedangkan kekurangan bagi si Miskin adalah bentuk ujian kesabaran dan ketabahan. Jadi siapa yang dapat menghadapi ujian tersebut, maka dialah yang mendapat karunia.

Nabi Sulaiman AS adalah nilai percontohan akhlak dari Allah SWT. Kekayaan yang dimiliki beliau yang melimpah tidak pernah menjadikannya takabur dan silau mata. Kekayaan yang diberikan Allah SWT. Beliau menyadari bahwa segala bentuk keduniawian tak ayal berasal dari-Nya jua.


...Lanjutan...

Senin, Mei 11, 2009

Firts AWARD

5 comments

Abis mandi langsung ganti baju (jangan ngintip ya, hehehehe...). langsung ambil peralatan buat mo pergi ke tempat internetan. Begitu sampai aku langsung aja nge-buka blog kesayanganku walaupun PR-nya masih sangat sedikit sekali, tapi setidaknya aku bangga dengan blog kesayanganku ini walaupun isi-nya sebagian besar hanyalah berita seputar Daerahku, Teknologi Informasi, dan lain-lain yang ingin aku posting.

Pas aku liat di postingku yang paling terakhir (kamis, 07 Mei 2009) ada yang kasih comment lagi. Eh, ternyata dari sahabat lamaku yang kirain udah tidak aktif lagi diblog. Langsung aja aku baca, dan ternyata dia memberikan sebuah AWARD. Alhamdulillah, untuk pertama kalinya aku mendapatkan sebuah AWARD, gila banget akhirnya dapat juga deh AWARD-nya.
AWARD ini dari salah satu sahabatku yaitu pipit.

Sebenarnya sih aku nga’k rela deh, kalau AWARD pertamaku ini dibagikan ke orang lain (BECANDA BANGET). Inilah sahabat-sahabat yang ingin kubagikan AWARD ini :
- Dwinacute
- Kifni
- Abalashare
- Ratu Amira
- Fahmi Rizwansyah
- Vivekts
- Mayaozk
- Emak-emak
- Samrumi
- Yolizz


Semoga dengan AWARD yang aku dapatkan, bisa menjadikan blog ini lebih banyak AWARD lagi, sehingga bisa mempunyai banyak AWARD (lho...koq cuman gitu doank??)

Silahkan untuk membagikan AWARD ini ke 10 teman yang lain, caranya seperti ini :

  • buatlah postingan yang memuat gambar award ini di blog kamu.
  • sebutkan siapa yang memberikan award beserta link blognya.
  • hadiahkan award ini kepada 10 sahabatmu.
  • kunjungi blognya dan beritahukan kalau ada award dari kamu untuknya.
  • lakukan hal yang sama seperti yang memberikan award ke kamu.




...Lanjutan...

Kamis, Mei 07, 2009

Begini Salah, Begitu Salah

1 comments


Dahulu kala ada seorang bapak dan anaknya sedang menunggang seekor keledai. Mereka berencana ingin pergi ke sebuah desa yang lebih aman dari desa tempat mereka tinggal yang sudah hancur akibat perang. Karena keledai masih terlalu kecil untuk ditunggangi oleh ayah dan anak, maka sang ayahpun membiarkan sang anak untuk duduk diatas keledai itu.

Setelah berjalan melewati gunung yang tinggi, sampailah mereka berdua disebuah desa yang juga sudah hampir habis manusianya karena perang. Merekapun melewati jalan-jalan yang ada di desa itu untuk menuju desa selanjutnya. Tiba diujung desa tersebut, mereka terkejut mendengar seseorang berkata sambil menghujat. “Anak durhaka, kurang ajar” kata orang itu. Sang ayah langsung menghentikan langkahnya dan langkah keledai itu. “Kenapa bapak menghujat anak saya?” kata si ayah.”Anak bapak tidak tau diri, masa bapak dibiarkan berjalan kaki sedangkan dia (si anak) enak-enakan diatas keledai itu”. Si ayah pun langsung menurunkan sang anak yang duduk diatas keledai, dan bergantian dengan anaknya. Sekarang si ayah yang gantian duduk diatas keledai itu dan si anak yang berjalan kaki.


Karena sudah menjelang malam, mereka beristirahat disebuah pohon rindang untuk mengumpulkan kembali tenaga yang telah terkuras sejak seharian. Dan membiarkan sang keledai untuk makan malam di rerumputan yang tak jauh dari tempat mereka duduk. Pagi harinya, mereka pun melanjutkan perjalanan untuk menuju desa selanjutnya. Kali ini yang duduk diatas keledai adalah sang ayah, dan anaknya berjalan disamping keledai itu. Jelas saja jalannya tidak secepat sewaktu sang ayah yang berjalan. Setelah melewati sungai kecil, dan hutan belukar, sampailah mereka di desa selanjutnya. Hanya selang beberapa menit mereka melewati desa itu, mereka bertemu lagi dengan salah satu warga yang tinggal di desa itu. “Wah..wah..wah..(sambil menggelengkan kepala), tega benar ya bapak membiarkan anaknya jalan kaki dan bapak enak-enakan duduk diatas kendaraan”. Si ayah pun langsung berhenti dan menaikan anaknya diatas keledai mungil itu dibagian depan, dan sang ayah duduk dibelakangnya. Sekarang mereka berdua duduk diatas keledai itu lagi.

Karena jarak untuk melewati desa berikutnya tidak berjauhan maka mereka melanjutkan perjalanan ke desa berikutnya.
Sesampainya di desa sebelah, masih saja ada yang menegurnya karena melihat keadaan sang keledai yang sudah payah. “Kalian buta ya, apa kalian tidak melihat keledai yang masih sangat kecil itu dinaiki oleh kalian berdua?” kata salah satu warga desa itu. Mereka berhenti didesa itu untuk melepaskan lelahnya.

Esok paginya, mereka melanjutkan perjalanan menuju desa berikutnya. Namun kali ini, mereka tidak menaiki keledai itu. Mereka berjalan disamping keledai itu. Dan keledai itu jelaslah merasa senang karena beban yang selama beberapa perjalanan sudah berkurang, walaupun masih ada beberapa kantung yang berisi pakaian dan bekal sang ayah dan anaknya dalam perjalanan.

Sesampainya di desa berikut, mereka melewati sebuah pasar yang masih ramai karena hari itu memang hari libur. Namun, ada seorang warga desa itu yang mengamati keduanya sejak tadi. Orang itu mengikuti mereka berdua sampai diujung desa. “Dasar bodoh, ada keledai koq tidak dinaiki? Memangnya kalian mau kemana?” tanya orang itu. “Kami mau kedesa sebelah, karena desa tempat kami tinggal sudah habis terbakar akibat perang” kata si ayah. Karena sudah tidak bisa memikirkan cara yang lain supaya tidak dimarahi lagi, maka sang ayah memutuskan untuk mengikat keledai itu dan memikulnya bersama sang anak.

Akhirnya keledai itu pun diikat dengan seutas tali yang mereka dapat di hutan sewaktu melewati desa sebelumnya. Dengan gagahnya sang ayah memikul keledai itu yang tentunya dengan bercucuran keringat. Cukup jauh juga kali ini jarak antara desa satu dengan desa terakhir tempat mereka akan memulai hidup baru lagi. Pada saat akan memasuki desa terakhir itu, mereka di tegur oleh warga yang sedang mengembala kambing. “Kalian berdua sudah gila ya, koq keledainya di pikul? Kenapa tidak dinaiki saja, kan lebih bagus. Seperti tidak ada kerjaan saja” kata pengembala kambing itu.
Demikian sedikit cerita tentang sebuah kehidupan yang mungkin cocok dengan model kehidupan kita sekarang ini. Begini salah, Begitu salah.


...Lanjutan...

Selasa, April 14, 2009

Hadapi Sunyi

4 comments

Akhirnya malam pun tiba, setelah seharian melakukan aktifitas yang sangat mengeluarkan banyak energi. Lumayan capek juga sih...tapi mau diapain lagi kalau memang sudah seharusnya seperti itu yang harus dijalanin untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakin hari semakin bertambah.

Tepat jam 15.40 Wita aku hidupkan motor kesayangan, kembali ke rumah yang sudah satu tahun ini aku tempati bersama Istri tercintaku dan juga anak kesayanganku. Rumah yang walaupun kecil mungil namun kami sangat menikmatinya dengan senang hati.


Setibanya di rumah, ada sebuah kehampaan terasa. Aku pun memarkir motorku di teras seperti yang biasa aku lakukan. Yah, orang dirumah kan lagi pada tidak ada semua. Istriku baru kembali hari ini dari kampung halamannya setelah 4 hari yang lalu mengantar neneknya yang sudah ingin pulang karena rindu kampung halamannya sendiri dan juga ingin melihat kondisi adik iparku yang bulan lalu mengalami kecelakaan cukup serius (punggung kakinya patah).

Aku masuk kedalam rumah setelah membuka kunci pintu, dan langsung tukar pakaian. “Sunyi juga ya.., apa yang bagus untuk dilakukan biar tidak BT seperti ini.” pikirku mencoba mencari ide untuk menghilangkan kesunyian di dalam rumah sendiri. “Oh iya, mendingan nyanyi-nyanyi lagi biar sunyi ini pergi saja ke laut. He...he...he....”. Segera saja hidupkan DVD-Playar trus pilih lagu yang standar aja biar tetangga tidak terbangun karena teriakanku.

Akhirnya 10 lagu sudah aku nyanyikan dengan sedikit lembut (takut atap rumahku dilempari batu oleh tetangga karena suaraku tidak karuan nadanya). Karena capek habis nyanyi aku pun ketiduran.

Begitu bangun aku langsung melihat ke arah jam dinding yang ada disebelah kanan tepat diatas televisi.”Weiiii....(kaget) jam 9 malam”, langsung saja ambil handuk dan meluncur ke kamar mandi. Sehabis mandi, ganti pakaian, ambil kunci motor plus kunci rumah. Langsung menuju kantor, untuk lanjutin masukan data pemilu yang mungkin sudah masuk dari TPS-TPS yang lain.


...Lanjutan...

Selasa, Maret 24, 2009

Rutinitas Harian

2 comments


Sepertinya aku mungkin hampir kehabisan ide untuk posting yang satu ini, karena kegiatan yang dilakukan hampir sama setiap harinya. Mungkin membosankan kalau hal ini terjadi pada teman-teman yang lainnya.

Masalahnya seperti ini, tiap hari bangun pagi siap-siap berangkat ke kantor untuk kerjakan tugas rutin sebagai seorang pegawai negeri (sekarang masih CPNS). Setibanya di kantor kalau banyak kerjaan langsung saja dikerjakan biar cepat selesai dan bisa mengunjungi teman-teman blogger atau sekedar nyari-nyari inspirasi buat posting harian.

Yang jadi masalah kalau akhir pekan (weekend) atau Sabtu dan Minggu liburan. Liburan juga tidak ada yang indah. Paling juga bangun jam 9, trus mandi. Selesai mandi nikmati sarapan yang sudah disiapkan Istri tercinta he...he...he... .

Selesai sarapan, nonton tv buat refreshing dengan film kartun sampai selesai. Kalau udah jam 4 sore Nonton Idola Cilik 2.

...Lanjutan...

Jumat, Maret 06, 2009

Capek...

3 comments

Hari yang cukup melelahkan, lho kenapa? Karena hari ini begitu banyak kerjaan yang menunggu setelah 5 hari g’k masuk kerja gara-gara sakit (Malaria). Wah...dengan bermodalkan kekuatan hati, akhirnya aku putuskan untuk datang ke kantor walaupun hari ini adalah hari terakhir masuk karena besok liburrrr.... .


Jam 6.30 bangun tidur, nunggu sang istri tersayang nyiapin sarapan (Teh manis + roti panggang kesukaanku). Abis sarapan langsung mandi, tidak lupa gosok gigi (kayak lagu hihihi). Setelah pake baju, siap-siap pergi ke kantor (tungguin sang istri dan anak) aku nonton dulu televisi sambil liat berita apakah dolar sudah berada di posisi Rp. 11.000 hari ini.

Jam 7.00 berangkat dari rumah, pertama harus ngantarin si cantik anak kami (ekha laela yngwie prenatya) ke skolahnya. Abis itu tiba di kantor langsung menuju meja tempat dimana aku duduk. Ambil kabel UTP dan langsung aja di colokin ke LAN Card buat koneksi internet.

Kurang ngerti juga pada jam 9 mataku mulai melek pingin tidur (mungkin karena semalam begadang sampe jam 2), kerjaan belum pada selesai. Kalau seperti ini mending di bawa aja ke rumah buat lembur di rumah. Daripada aku tidur di kantor karena ngantuk berat.


...Lanjutan...

Pengikut

 

Copyright 2010 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Modify Template by badrun