........S'LaMat DaTanG, Segala Komentar yang sifatnya membangun sangat diharapkan untuk membuat blog ini menjadi lebih baik........

Selasa, Mei 26, 2009

Hakekat Kaya dan Miskin


Di kota Madinah yang damai, beberapa orang miskin dari kaum Muhajirin menemui Rasulullah. Dihadapan Rasulullah SAW yang mulia tersebut, orang-orang itu mengadukan sedikit kegundahan mereka. Tidak dalam nada protes, hanya semacam memohon penjelasan tentunya.

“Wahai Rasulullah, alangkah beruntungnya orang-orang kaya. Mereka bisa berjuang seperti kami, mereka bisa sholat seperti kami. Tapi mereka bisa berinfaq dengan kekayaan mereka. Sementara kami tidak,” kata mereka kepada Rasulullah SAW.

Hal ini dijawab oleh Rasulullah SAW dengan penuh rasa kasih sayang, “Maukah kalian aku beritahu tentang amalan yang bisa menjadikan diri kalian seperti mereka? Bacalah tasbih (subhanallah) tiga puluh tiga kali, tahmid (alhamdulillah) tiga puluh tiga kali, dan takbir (Allahu Akbar) tiga puluh tiga kali seusai sholat.”

Mereka pun akhirnya lega dan pulang ke rumah masing-masing membawa ketenangan dan kedamaian. Namun beberapa waktu kemudian, orang-orang kaya itu mendengar tentang amalan yang diajarkan Rasulullah SAW kepada orang-orang miskin tersebut. Dan orang-orang kaya itu pun membaca wirid seperti yang dilakukan orang-orang miskin itu. Mereka mengucapkan tasbih, tahmid, dan takbir setiap selesai mengerjakan sholat lima waktu.

Mengetahui hal itu, orang-orang miskin itu kembali menghadap Rasulullah SAW, serta menjelaskan apa yang terjadi. Bahwa orang-orang kaya juga melakukan apa yang mereka lakukan.

Akhirnya Rasulullah SAW pun memberi jawaban, “itu adalah karunia yang diberikan Allah SWT kepada siapa yang Dia kehendaki.”
Dari cerita diatas tersirat makna bahwa kekayaan dan kemiskinan itu tersimpan karunia. Tentu saja karunia bagi yang ikhlas menerimanya. Karena kekayaan dan kemiskinan pada dasarnya merupakan konsep ujian dari Allah SWT.

Kelebihan bagi si Kaya adalah suatu ujian agar tidak menjadikannya takabur dan lupa pada si Miskin dan tentu juga pada Yang Maha Kuasa. Sedangkan kekurangan bagi si Miskin adalah bentuk ujian kesabaran dan ketabahan. Jadi siapa yang dapat menghadapi ujian tersebut, maka dialah yang mendapat karunia.

Nabi Sulaiman AS adalah nilai percontohan akhlak dari Allah SWT. Kekayaan yang dimiliki beliau yang melimpah tidak pernah menjadikannya takabur dan silau mata. Kekayaan yang diberikan Allah SWT. Beliau menyadari bahwa segala bentuk keduniawian tak ayal berasal dari-Nya jua.


4 comments:

Henny Y.Caprestya on 26 Mei 2009 11.01 mengatakan...

bukankah di dalam al quran sudah dikatakan bahwa tidak ada yang membedakan umat manusia selain iman mereka kepada Tuhannya.

badrun on 26 Mei 2009 13.05 mengatakan...

@Henny: memang benar bahwa di dalam Al Qur'an dikatakan bahwa yang membedakan seseorang dengan yang lain adalah imannya itu sendiri. Namun hal kali ini adalah tentang Rasa Syukur, Rasa Ikhlas dengan apa yang telah kita dapatkan baik itu kaya maupun miskin.

YolizZ on 26 Mei 2009 17.30 mengatakan...

Para nabi emang selalu bisa dijadiin pedoman bagi kita semua,,

kaya dan miskin ga jadi soal,, yang penting adalah gimana kita mensyukuri apa yang sudah kita miliki saat ini,, bukan cuma mengeluh karna ga dapetin apa yg kita mau,,

kira2 kayak gitu yah?! :)

Jonny Chan on 12 April 2015 19.42 mengatakan...

Agen Taruhan
qq Online
Domino qq
Agen Poker
Bandar Bola
Tvonline
nonton bioskop online
Tv Indonesia
Film dewasa
Info Bola
Prediksi Togel
Info Togel
Aplikasi Gratis
Foto Bugil
Hasil Bola
Cerita Dewasa
Indo Togel
Rumus Togel
Prediksi Bola
Livescore

Posting Komentar

Pengikut

 

Copyright 2010 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Modify Template by badrun