Dalam psikologi ada istilah image building (pembentukan citra). Bidang ini berurusan dengan bagaimana membentuk citra tentang seseorang sehingga masyarakat menganggapnya sebagai orang yang baik, berwawasan luas, dan seterusnya sesuai dengan citra yang ingin dibentuk. Ini merupakan salah satu bentuk rekayasa psikologis dengan memanfaatkan berbagai sarana publikasi. Jika medianya tepat, image building dapat berhasil dengan baik. Meskipun begitu, segala rekayasa manusia tak akan mampu menghadapi rekayasa Allah. Segala upaya sistematis untuk menimbulkan citra yang positif, akan menghasilkan citra yang sebaliknya jika Allah telah mempermalukannya, bahkan sampai di rumahnya sendiri.
"Allah tidak menyukai orang-orang yang mengungkapkan keburukan, kecuali bagi orang yang dizalimi. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
(QS. An-Nisaa’ 4: 148)
Allah murka kepada hamba-hamba-Nya yang telah Ia jaga kehormatannya, Ia rahasiakan aibnya, Ia pelihara martabatnya, Ia sembunyikan khilafnya, tetapi hamba itu membongkar sendiri aib dan keburukannya kepada manusia lainnya. Allah Tuhan kita juga benci kepada makhluk yang merendahkan sesama ciptaan-Nya yang telah Ia jaga kehormatannya. Kepada mereka yang membuka aurat saudaranya, Allah memberikan ancaman. Sesungguhnya Allah Maha Pedih Siksa-Nya.
Mereka yang menggunjing saudaranya sama seperti mengoyak-ngoyak kehormatan, mempermalukan sesama, dan merendahkan derajat manusia. Mereka yang membuka aib saudaranya berarti menghambat jalan saudaranya untuk mencapai kebaikan puncak, untuk mencapai kebaikan yang sempurna. Mereka mempermalukan saudaranya. Kepada mereka Allah akan mempermalukan, sehingga di dalam rumahnya sendiri pun ia masih harus sibuk menutupi rasa malu yang sudah tidak bisa ditutup-tutupi lagi karena Allah telah membuka aibnya.
Ibnu Abbas ra. meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad Saw. bersabda,
“Barangsiapa menyimpan rahasia (aib) temannya, Allah menyimpan pula rahasianya di hari kiamat. Dan barangsiapa membuka rahasia temannya sesama Muslim, Allah membukakan pula rahasianya, hingga Allah mempermalukan dia dalam rumah tangganya.”
Rasulullah juga bersabda:
"Barangsiapa menyimpan rahasia (aib), seakan-akan dia menghidupkan kembali anak yang dikubur hidup-hidup".
(HR Abu Dawud dan Nasa’i).
Begitulah Allah menjaga kehormatan manusia. Allah meninggikan siapa yang dikehendaki dari hamba-hamba-Nya. Dan Allah Maha Kuasa untuk merendahkan siapa yang dikehendaki dari hamba-hamba-Nya, sekalipun mereka berasal dari keturunan baik-baik dan golongan orang-orang yang mulia.
"Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”
(QS. Al-Hujuraat 49: 12).
...Lanjutan...
Selasa, Juni 30, 2009
A I B
Rabu, Juni 17, 2009
Indonesia Peringkat ke-7 sebagai Pengguna Facebook
Wowww keren ga’k, Indonesia salah satu negara yang terbanyak
untuk pengguna Jejaring Sosial Facebook. Menurut data statistik yang dilansir CheckFacebook.com, bahwa jumlah pengguna Facebook di Indonesia telah masuk 10 besar.
Menurut data tersebut (sumber - TeknologiNET) Indonesia berada di posisi ke-7 dengan mengalahkan Australia, Spanyol, dan Kolombia. Pengguna Facebook di Indonesia (16 juni 2009) berjumlah 5.949.740 user. Cukup banyak juga tentunya.
Jumlah pengguna jejaring sosial ini telah mencapai 219.286.560 user, dengan peringkat pertama adalah Amerika Serikat dengan 66,7 juta user, sangat jauh dengan pertingkat ke-2 yaitu Inggris dengan 17,6 juta user.
Dalam hal persentase populasi Online, Indonesia mencapai angka 23,8 persen yang berarti bahwa 23,8 persen orang adalah merupakan pengguna Facebook. Namun, masih jauh dibelakang dengan Bangladesh yang memiliki 79,4 persen.
...Lanjutan...
Jumat, Juni 12, 2009
Hakikat Cinta
“Pernahkah anda melihat orang yang berbuat jahat terhadap orang lain terhadap orang yang amat dicintainya?” seseorang bertanya pada Abu Dzar al-Ghiffari, sahabat Rasulullah SAW. “Pernah, bahkan sering,” jawab Abu Dzar.
“Dirimu sendiri itu adalah orang yang paling kamu cintai. Dan kamu berbuat jahat terhadap dirimu bila durhaka kepada Allah,” jelasnya. Dengan mengacu pada pendapat Abu Dzar tadi, sebenarnya banyak di antara kita yang tega berbuat jahat terhadap ‘orang’yang amat dicintainya.
Tapi anehnya, kita yang gemar berbuat dosa lupa bahwa apa yang kita lakukan sesungguhnya merupakan perwujudan kebencian terhadap diri sendiri.
Cinta adalah fitrah yang diberikan Allah untuk semua makhluk guna mempertahankan eksistensinya. Manusia berkembang biak karena cinta.
Kelestarian lingkungan menjadi kepedulian manusia karena cinta. Dan yang lebih penting, cinta ini yang perlu kita sadari merupakan refleksi keberadaan alam malakuti yang abadi. Itulah sebabnya, bila dua sejoli sedang dimabuk cinta, maka apa yang terbayangkan dan diangankannya, cinta mereka akan abadi. Tapi sayang, keabadian cinta yang diangankannya hanya terbatas pada hal-hal yang bersifat duniawi, yang justru menghadat cinta malakuti.
Salah satu unsur penting yang menhambat perjalanan cinta malakuti adalah cinta dunia. Cinta dunia, dilukiskan oleh Sayyidina Ali, sebagai biang dari segala bencana.
Bila hati manusia sudah terperosok dalam cinta dunia, maka logika-logika aneh pun muncul dari pikirannya.
Salah satu logika anehnya, kata Abu Dzar, ia amat berharap rahmat dan ampunan dari Allah, padahal dalam hidup sehari-harinya, ia amat jauh denganNya. “Rahmat dan ampunan Allah,”tegas Abu Dzar, “tak dihambur-hamburkan begitu saja sehingga setiap orang akan mendapatkannya.”Kata Abu Dzar, setan punya senjata pamungkas, berupa godaan pada manusia untuk mengharap rahmat Allah, sementara ia terus berusaha menjauhkannya dari ibadah dan amal saleh.
Korban senjata pamungkas ini paling suka memaafkan dirinya sendiri. “Rahmat Allah Mahaluas. Dosaku pasti dimaafkanNya, “kata korban. Padahal ia tetap saja tak mau bertobat.
Orang yang berbuat dosa, tulis Imam Ghazali dalam Ihya Ulum al-Din, bukan hanya mencelakakan dirinya, tapi juga menghina Allah, karena ia menyelewengkan amanah yang telah diberikan kepadanya. Lidah dan tangan yang Allah berikan kepada manusia untuk dipakai berzikir serta beramal shaleh, misalnya, ia diselewengkan untuk mengumpat dan mengambil hak orang lain.
Meski demikian, bila kita segera bertobat dengan sungguh-sungguh, Allah masih membuka pintu maafNya. Tapi perlu diingat pula, menunda-nunda tobat termasuk sikap yang menghina Allah juga.
...Lanjutan...
Selasa, Juni 09, 2009
HDD External USB Imation Apollo 500GB - Alnect Komputer
Media penyimpan data semakin hari semakin memperlihatkan kenaikan yang sangat tajam tentunya seiring dengan kemajuan dunia Teknologi Informasi yang semakin berkembang. Banyaknya koleksi ataupun file yang kita punya membuat kita untuk mempersiapkan media penyimpan data yang cukup besar dan mempunyai performa yang baik, bila tidak ingin dikemudian hari menyesal karena kehilangan data akibat penyimpanan data kita yang sudah berumur cukup tua.
Salah satu Supplier yang memberikan solusi bagi kita untuk menepis kecemasan kita terhadap file-file yang kita punya itu adalah Alnect Komputer. Dan tentunya dengan harga yang cukup miring dan tidak menjebolkan kantong kita.
Salah satu produk yang sekarang lagi promo yaitu HDD Eksternal USB Imation Apollo 500GB. Hard disc drive external dari Apollo ini mempunyai bentuk yang mungil hanya berukuran 127.4 x 80.9 x 17.2 mm. Sehingga hanya dengan genggaman saja kita tidak perlu ragu membawa kemana saja kita pergi, tidak perlu merasa cemas akan jatuhnya HDD ini karena kasingnya sudah ditata sedemikian rupa untuk memudahkan kita membawanya hanya dalam genggaman.
HDD external yang jelas sudah mendukung USB 2.0 ini sudah kompatibel dengan berbagai Sistim Operasi Windows, Machintos ataupun Linux ini dijual hanya seharga Rp. 1.350.000,-.
- Main PC Connect High Speed USB 2.0
- Write Speed 25.4 MB/Second
- Read Speed 22.6 MB/Second
- Bus Transfer Rate USB 2.0 Up Speed 480 Mb/sec
- HDD Form Factor 2.5''
- Speed (RPM) 5400 RPM
- Buffer Size 8 MB
- HDD Interface Integrated with case
- Driver Compability Plug and Play for PC Windows, Linux and
Macintosh
- Dimension (WHD) (127.4 x 80.9 x 17.2) mm
- Weight 175 gram
- Alnect Care Warranty 30 Hari
- Standard Warranty 1 Tahun
- Others Bonus Dompet Cantik dari Imation (Included)
...Lanjutan...
Minggu, Juni 07, 2009
Kesalahan dan Kebaikan
Ahli hikmah menasehatkan,”ingatlah olehmu dua perkara, yaitu kesalahanmu kepada orang lain dan kebaikan orang lain kepadamu. Lupakanlah dua perkara, yaitu kebaikanmu pada orang lain dan kesalahan orang lain kepadamu.”
Nasehat ini sesungguhnya adalah kunci dalam mensucikan jiwa. Salah seorang tabi’in, Rabi’ bin Hutsaim yang terkenal dengan sikapnya dalam mensucikan jiwa mengatakan, “Seandainya manusia itu tahu tentang aibnya sendiri niscaya tidak ada orang yang mau mencela aib orang lain.”
Nilai seseorang bukanlah berada pada penampilan dirinya, bukan pula dari jabatan dan harta benda yang telah dikumpulkan. Namun, seseorang dinilai dari budi pekerti luhur yang menghiasi perilakunya.
Dengan mengingat kesalahan yang pernah kita lakukan terhadap orang lain akan mendorong untuk bertobat kepada Allah SWT, kemudian berusaha memperbaikinya dengan meminta maaf dan tidak akan mengulanginya.
Mengingat kebaikan orang lain kepada kita akan memberi dorongan untuk selalu berbuat baik kepada orang lain. Kehidupan tidak akan terbina dengan baik tanpa kebaikan orang lain, yang pada hakekatnya kebaikan itu untuk dirinya sendiri.
Marilah kita mulai kehidupan seperti ini dari diri kita sendiri, terutama kepada saya yang selama ini masih jauh dari apa yang saya tulis kali ini. Belum ada kata terlambat bagi kita untuk mengoreksi diri kita sendiri dan berbuat baik kepada orang lain
...Lanjutan...
